Sejak kecil, Tsuyoshi Yano yang ceroboh selalu rentan cedera. Selalu datang ke sekolah dengan luka gores dan memar yang baru, ia sudah terbiasa dengan rasa sakit dan pemandangan wajahnya yang tertutup perban. Namun, hari-hari Yano mulai berubah menjadi lebih baik ketika ia dipindahkan ke kelas baru dan bertemu Kiyoko Yoshida, ketua kelas yang dikenal karena keandalan dan kebaikannya.
Melalui upaya Yoshida untuk lebih mengenalinya, Yano mulai mengalami kehidupan SMA yang selalu ia impikan—kehidupan yang penuh tawa dan persahabatan. Di antara percakapan santai dan kecelakaan kecil yang tak terhitung jumlahnya, keduanya secara bertahap semakin dekat, dan hubungan mereka mungkin berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan.









